Memasak sendiri merupakan kegiatan yang lazim dilakukan, terutama saat harus tinggal jauh dari Indonesia. Ini terjadi tidak hanya sehari-hari, melainkan ketika ada acara rutin bulanan seperti pengajian, pertemuan warga Indonesia, maupun hari raya seperti Idul Fitri dan Idul Adha. Meskipun kegiatannya sama-sama sama-sama memasak, namun ketika hidangan yang dimasak harus mencukupi jumlah tamu yang berkisar mulai 20an sampai ratusan orang, maka diperlukan persiapan dan perhitungan yang matang agar jangan sampai masakan yang dihasilkan ternyata tidak mencukupi jumlahnya atau sebaliknya malah sangat berlebihan.
Tuesday, May 27, 2014
Monday, May 26, 2014
Fillet Ayam Asap
Masih dalam rangkaian asap mengasap. Kali ini fillet dada ayam yang menjadi korban saya. Media pengasapannya sama seperti pada proses ikan. Hanya saja, untuk ayam memerlukan proses marinade agar bumbunya lebih meresap.
Ikan Asap
Meski dengan alat seadanya, akhirnya saya berhasil juga mewujudkan keinginan untuk makan ikan asap. Ikan asap bukannya tidak dijual di Jerman. Banyak malah. Namun dengan harga bervariasi antara 9€ sampai mencapai 50an€ per kilogramnya (tergantung jenis ikan), menurut saya masih terlalu mahal. Apalagi jika yang akan makan ya seperti keluarga kami ini. Semuanya penggemar ikan. Kalau hanya beli 250 gram saja, wah.. bisa-bisa judulnya cuma 'ngotor-ngotorin gigi'.
Tuesday, April 8, 2014
Empal Bandung
Empal Bandung ini memang favorit kami sekeluarga. Saking favoritnya, selalu cepat habis ketika sudah jadi, sehingga saya tak pernah sempat memfoto empal bandung dalam keadaan sudah tergoreng. Selain sering makan empal bandung buatan mamah di rumah, makanan ini selalu saya beli ketika makan di warung nasi di dekat rel kereta Gondangdia. Empal selalu digoreng dalam keadaan tertusuk lidi dan disajikan panas-panas langsung dari penggorengan. Nyaaaaam
Subscribe to:
Posts (Atom)